Manajemen proyek adalah suatu rencana pekerjaan yang di
susun secara sistematik sehingga suatu pekerjaan tersebut dapat terselesaikan
dengan baik atau bisa di sebut juga sebagai cara mengelola dan mengorganisir
berbagai aset, sumber daya manusia, waktu serta kualitas pekerjaan proyek,
sehingga proyek menghasilkan kualitas yang maksimal dalam waktu yang sudah
direncanakan serta memberikan efek kesejahteraan bagi karyawan, sebagai contoh
kita ambil yaitu pembangunan sebuah rumah, pada saat pembuatan rumah, kita
harus membutuhkan berbagai macam bahan material seperti pasir, semen, batu
bata, dsb.
Pada saat membuat pondasi rumah juga membutuhkan ketelitian berapa meter
kedalaman tanah yang di gali sehingga membuat pondasi rumah tersebut kuat, maka
dari itu kita harus memiliki manajemen proyek agar pekerjaan kita sesuai dengan
rencana yang kita inginkan.
Ciri – Ciri suatu Proyek
Ciri ciri suatu proyek adalah mempunyai karakteristik
yang sama seperti pada pengertiannya yaitu mempunyai tujuan dan sasaran kerja
yang kuat. Periode, finansial, tenaga manusia serta alat – alat yang di gunakan
terbatas. Sehingga membutuhkan pengelolaan yang berbeda dari yang sudah pernah
dilakukan.
Ada alasan yang menjadi tujuan utama dalam pemilihan
manajemen proyek :
• Tingkat kesulitan dalam tugas-tugas yang di berikan
meningkat, sehingga di perlukan ketelitian.
• Cepatnya perkembangan teori maupun praktek.
• Risiko-risiko dan biaya-biaya proyek di masa datang
dapat turun.
• Biaya meningkat, lamanya bisa dipakai suatu barang
menurun dan hilangnya nilai suatu barang.
Manajemen resiko adalah penerapan secara sistematis
dari kebijakan manajemen, prosedur dan akitivitas dalam kegiatan identifikasi
bahaya, analisa, penilaian, penanganan dan pemantauan. Pada dasarnya resiko
sendiri ialah Kesempatan untuk terjadinya cedera/kerugian dari suatu bahaya,
atau kombinasi dari kemungkinan dan akibat resiko Mempunyai 2 dimensi/parameter
yaitu Probability dan Konsekuensi Resiko. Oleh sebab itu pada saat melakukan
pekerjaan juga harus mementingkan resiko yang terjadi bila tidak akan fatal
akibatnya.
Contoh Manajemen Proyek dan Resiko
Contoh manajemen proyek diantaranya adalah : membangun sebuah stadion
sepak bola, megelola penelitian berskala besar, melaksanakan pembedahan
transplantasi organ tubuh, memasang lintas produksi, atau berjuang mendapatkan
ijazah strata satu di suatu perguruan tinggi.
Contoh manajemen resiko diantaranya adalah :
1. Manajement Resiko Proyek Pengembangan Perangkat Lunak Mybiz 2 di
Software House ABC
Software House ABC merupakan sebuah perusahaan pembuatan perangkat lunak
yang memprioritaskan dirinya dalam pengembangan perangkat lunak produksi masal
untuk keperluan perusahaan dagang, khususnya dalam hal inventory dan payroll.
Salah satu proyek perangkat lunak yang sedang dikembangkan saat ini adalah
MyBiz 2. Dalam proses pengembangannya, seringkali Software House ABC harus
menghadapi resiko atau masalah yang sifatnya tidak terduga. Resiko yang muncul
akan menghambat jalannya proses pengembangan perangkat lunak. Metode yang
digunakan untuk mengatasinya selama ini bersifat reaktif atau hanya akan
direncanakan jika resiko sudah benar-benar terjadi. Karenanya Software House
ABC membutuhkan sebuah metode manajemen resiko khususnya untuk proyek MyBiz 2
ini. Penelitian ini dilakukan berdasarkan metodologi manajemen resiko proyek
pengembangan perangkat lunak yang ada dan dilakukan melalui lima tahap yaitu
tahap perencanaan manajemen resiko, tahap identifikasi resiko, tahap analisa
resiko, tahap perencanaan respon resiko, dan tahap pengawasan dan kontrol
resiko. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan manajemen resiko sesuai
dengan metodologi yang ada pada proyek MyBiz 2. Hasil yang diharapkan dari
penelitian adalah dokumentasi penerapan manajemen resiko proyek pengembangan
perangkat lunak MyBiz 2 di Software House ABC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar